MUTIARA ISLAMI

TITIK MATA PENA LEBIH TAJAM DARI PADA MATA PEDANG

MUTIARA ISLAMI

DAKWAH BUKAN CUMA TUGAS USTADZ,TAPI WAJIB BAGI SEMUA MUSLIM

MUTIARA ISLAMI

Kesabaran itu bermahkota keimanan

MUTIARA ISLAMI

JADIKANLAH AMAL KEBAIKAN SEBAGAI KEKASIHMU

MUTIARA ISLAMI

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Monday, January 4, 2016

Jngan remehkan amal kebaikkan sekecil apapun kebaikan itu

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Tidak dibenarkan bagi kita untuk menilai rendah sebuah amal ibadah. Walaupun itu sekedar menghindarkan duri dari tengah jalan.

Krn bisa saja amal itu yg dirahmati Allah swt. Kita tidak boleh meremehkan amal walau sekecil apapun siapa tahu itulah yg akan menyelamatkn kiat di akhirat nanti

Bukankah Sayyidina Umar masuk surga karena sekedar menyelamatkan burung emprit yang dibelinya dari seorang anak kecil yg menyiksa burung itu?

cerita ini kemudian diabadikan dgn sebutan kitab úsfuriyah. Begitu sebaliknya. Kita tidak dibenarkan pula menyombongkan amal ibadah walau sebesar apapun amal tersebut. Krn belum tentu amal itu mengandung rahmat-Nya.

Dlm konteks kekinian rahmat Allah dpt saja berada dlm amal yang sungguh sepele. Mungkin saja rahmat itu terletak dalam diri anak-anak jalanan yang mengulurkan tangan ke hadapan kita, atau di dalam diri pengamen yang menyanyikan lagu sumbang tak jelas suara dan nadanya.

Dan juga mungkin sekali rahmat itu terletak dlm amal kita dalam memberi selembar kertas koran sebagai alas shalat jum’at. wal hasil sekecil apapaun amal itu tidak boleh kita sepelekan.

Hal ini tentunya akan mengajak kita memandang fenomena akan lebih hati-hati dan tidak mudah syu’ud dhann. Jnganlah kita mudah buruk sangka dan memandang remeh kepada pekerjaan orang lain.

Tukang sayur yang mangkal setiap pagi, tukang loper koran, tukang ojek dan tukang-tukang lain yg sering kita nikmati jasanya tanpa kita kenal profilenya dengan dekat,

bahkan seringkali kita jadikan kambing hitam, bisa jadi pekerjaan merekalah yg mengandung rahmat Allah swt dibandingkan pekerjaan kita.

Akhirul kalam, bahwasannya manusia tidak boleh berputus asa untuk terus memburu rahmat Allah, karena sesungguhnya rahmat itu amat luasnya, hanya kebanyakn manusia tidak memahami hikmah dibalik itu smua.

Dan Smoga hidayah Allah selalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin,,