MUTIARA ISLAMI

TITIK MATA PENA LEBIH TAJAM DARI PADA MATA PEDANG

MUTIARA ISLAMI

DAKWAH BUKAN CUMA TUGAS USTADZ,TAPI WAJIB BAGI SEMUA MUSLIM

MUTIARA ISLAMI

Kesabaran itu bermahkota keimanan

MUTIARA ISLAMI

JADIKANLAH AMAL KEBAIKAN SEBAGAI KEKASIHMU

MUTIARA ISLAMI

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Tuesday, March 15, 2016

BAGAIMANA JIKA TIDAK ADA HARI ESOK

Semua orang tak tahu kapan ajalnya datang | namun ada yang mesti dilakukan, persiapan... 
Semua orang kadang tak menyadari suatu hal yang penting | bahwa ajal akan datang kapanpun dan dimanapun
Siapapun ia, di kalangan apapun, dan dalam kondisi apapun | tatkala kematian datang, tak sedikitpun bisa menolak
Hidup di dunia memang sesaat | maka mesti ada sesuatu yang kita bawa, amal kebaikan
Bukan harta yang akan kita bawa | bukan pula sahabat dan sanak keluarga
Amal kitalah yang kelak akan menyertai kita | di saat dimana kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah taala

Mari kita persiapkan diri sejak dini | jangan menunggu waktu nanti
Mari perdekat diri kepada Illahi | jangan menanti sesuatu yang tak pasti

Masih punya kesempatankah kita besok? | itulah yang mesti kita pikirkan

JODOH

Jodoh itu emang gitu,
kadang yang nunggu gak dateng-dateng ...
eh malah, gak nunggu di datengin duluan ...
Jodoh itu kayak pesawat, yakalo ga mau delay, ya jangan naik pesawat
Kadang on time, kadang delayy, kadang delay bangeeet
Kadang juga dia kayak angkot, udah nyamperin, eh kitanya malah yang ga mau
Kalo nunggu yang sempurna emang ga bakalan dapet, ada juga yang ikhlas menerima dan yang saling menyempurnakan.
Baiknya dalam menunggu hadirkan ketaatan
Dalam menanti terus memperbaiki diri
Semoga yang Menunggu segera bertemu
dan yang menanti semoga cepat didatengin..
Amiin.

Monday, February 29, 2016

SABAR ITU INDAH

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Ketika KITA tetap tersenyum, meskipun merasa sakit.

Ketika KITA tetap memberi, meskipun tak pernah dibalas.

Ketika KITA tetap ceria, meskipun terluka.

Ketika KITA tetap diam, meskipun perih.

Dan ketika KITA bahagia, meskipun kehilangan.Di situlah ketulusan hati sedang diuji.

Kesedihan mengajarkan tentang indahnya kebahagiaan.

Seperti juga sakit, mengajarkan tentang nikmatnya sehat.

Dan apabila sakit, Allah SWT yang menyembuhkannya.Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkankesulitan atau cobaan.

Padahal Allah SWT telah memberi janji bahwa di balik kesulitan ada kemudahan,pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.

Semoga kita semua mendapat pasangan yang setia, sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, yang masih "single" pengen menikah, segera menikah.

yang sakit diberi kesembuhan, yang punya hutang segera terlunasi, yang pengen punya Rumah, segera punya rumah. serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

(“Jika kita telah mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini, jangan lupa membagikannya kepada orang lain agar orang lain merasakan juga keajaiban dalam hidup mereka”)Aamiin...

Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq dan bersedekah.

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah slalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin

Sunday, February 14, 2016

HIKMAH CINTA VALENTINE

Assalamu'alaikum Wr Wb

Inilah hari mendekati valentine, dimana bnyak informasi melalui sosial media ummat Islam yg membuat tulisan tentang larangan mengikutinya.

Adalah benar valentine bukan budaya Islam. Tapi ramah-lah, jngan mudah meng-kafir-kan atau me-maksiat-kan budaya mereka. Apalagi sampai teriak-teriak; "Valentine Haram!"

Apakah tak ada cara lain yg lebih baik?

Ingat, perkataan kita bukan firman-Nya atau sabda Nabi. Menyampaikan itu baik, tapi tetaplah brperan sbagai manusia biasa, jangan mengambil peran Tuhan atau Nabi.

Krn pd hakikatnya, dakwah yg utama bukanlah dngn kata-kata, melainkan dngn perilaku. Orang yg berperilaku baik, itu sudah berdakwah.

Begitupun dengan Sunnah Nabi, seharusnya yg lebih diutamakn adalah mengikuti akhlaqnya, bukan melulu pada penampilannya.

Bukankah bnyak, orang yg berpenampilan baik tapi brperilaku buruk?

Sebab itu brperilakulah yg baik, pun nasehatilah dngn bijak, arif & penuh kasih. Supaya tak ada yg trsakiti dari pihak non-muslim ataupun muslim yg mengikutinya.

Buanglah ego dlm diri! Krn sebesar apapun dosa mrk & se-sesat apapun jalan yg ditempuh. Seharusnya dakwah tetap dlm koridor mengingatkan, bukan menghakimi.

Ingat!

Ketika kita "merasa" berada dlm kebenaran. Pda saat itulah iblis datang ke hadapan. Ia membisikkan kata-kata rayuan. Untuk menjadikn diri kita sbagai Tuhan

Brbahagialah kita yg bisa menahan diri untuk tidak bermain sbagai Tuhan. Brbahagialah kita yg tidak menghakimi orang-orang yg menurut kita tdk beserta dngn kebenaran. Biarlah itu ttap menjadi hak otoritas Tuhan.
Sahabatq({})

Tumbuhkan bunga & rawatlah taman cinta dlm dada. Dan taburkanlah wanginya, dngn mengasihi & menyayangi sesama.

Dngn mengingatkn & menasehati sepenuh cinta. Supaya perbuatan & perkataan kita, tak membuat mereka trluka.

Dan penuhi hati dngn rasa cinta kepada-Nya. Supaya tak ada lagi ruang dihati kita, untuk membenci & menyakiti siapapun jua.

Smoga hidayah Allah slalu menaungi prjalanan hidup kita

Friday, February 5, 2016

MENDENGAR ATAU TIDAK MENDENGAR..!!

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Ibarat si Abang yang pulang dari Pasar membawa sekarung beras.tapi didalam perjalanan karung beras itu BOCOR,banyak orang yang berteriak bahkan sepanjang jl memberitahu bahwa karung berasnya bocor.

sementara si abang berjalan lurus terus tampa menggubris teriakan orang.

Apakah siabang ini tidak tahu, atau pura" tidak tahu...!!
Apakah siabang ini tidak mendengar atau pura" tidak mendengar...??.

Hingga sampai ketempat tujuannya karung beras itu sudah kosong habis berceceran di jalan tampa ada yg tersisa.,,

Menyesalkah ia.. Atau pura pura menyesal..??

Seperti itulah..!! Bila seseorang diajak kepada kebaikan,tapi ia tidak mendengar.

Seperti itulah..!! Bila seseorang diajak untuk beribadah tapi iya menunda"nunda hingga sampai diusia rentanya sudah tidak mampu lagi berbuat BAIK dan IBADA apa lagi menjadi orang yang benar....!!

Menyesal kah ia,atau pura-pura menyesal..??

Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq dan bersedekah.

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah slalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin

Semoga bermanfaat

Monday, January 4, 2016

Jngan remehkan amal kebaikkan sekecil apapun kebaikan itu

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Tidak dibenarkan bagi kita untuk menilai rendah sebuah amal ibadah. Walaupun itu sekedar menghindarkan duri dari tengah jalan.

Krn bisa saja amal itu yg dirahmati Allah swt. Kita tidak boleh meremehkan amal walau sekecil apapun siapa tahu itulah yg akan menyelamatkn kiat di akhirat nanti

Bukankah Sayyidina Umar masuk surga karena sekedar menyelamatkan burung emprit yang dibelinya dari seorang anak kecil yg menyiksa burung itu?

cerita ini kemudian diabadikan dgn sebutan kitab úsfuriyah. Begitu sebaliknya. Kita tidak dibenarkan pula menyombongkan amal ibadah walau sebesar apapun amal tersebut. Krn belum tentu amal itu mengandung rahmat-Nya.

Dlm konteks kekinian rahmat Allah dpt saja berada dlm amal yang sungguh sepele. Mungkin saja rahmat itu terletak dalam diri anak-anak jalanan yang mengulurkan tangan ke hadapan kita, atau di dalam diri pengamen yang menyanyikan lagu sumbang tak jelas suara dan nadanya.

Dan juga mungkin sekali rahmat itu terletak dlm amal kita dalam memberi selembar kertas koran sebagai alas shalat jum’at. wal hasil sekecil apapaun amal itu tidak boleh kita sepelekan.

Hal ini tentunya akan mengajak kita memandang fenomena akan lebih hati-hati dan tidak mudah syu’ud dhann. Jnganlah kita mudah buruk sangka dan memandang remeh kepada pekerjaan orang lain.

Tukang sayur yang mangkal setiap pagi, tukang loper koran, tukang ojek dan tukang-tukang lain yg sering kita nikmati jasanya tanpa kita kenal profilenya dengan dekat,

bahkan seringkali kita jadikan kambing hitam, bisa jadi pekerjaan merekalah yg mengandung rahmat Allah swt dibandingkan pekerjaan kita.

Akhirul kalam, bahwasannya manusia tidak boleh berputus asa untuk terus memburu rahmat Allah, karena sesungguhnya rahmat itu amat luasnya, hanya kebanyakn manusia tidak memahami hikmah dibalik itu smua.

Dan Smoga hidayah Allah selalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin,,

Sunday, December 20, 2015

Renungan jelang maulid Nabi Muhammad

makalah gak ilmiyah
UNTUNG NABINYA BUKAN ANDA!!
Untuk ANDA Yang Punya hobi Membid'ahkan dan Menyesatkan.
Beruntung sekali kita dijadikan ummat Nabi Muhammad SAW. Nabi yang Rouuf, Nabi yang Rohiim. Nabi yang punya misi rahmatan lil 'alamin. Nabi yang punya prinsip " Buat Mudah jangan buat sulit!". "Gembirakan jangan kau takut-takuti". "Dekati! Jangan buat lari!". "Yassiru wa laa Tu'assiruu!", "Bassyiru wa laa tundziru!" ....
Tak bisa dibayangkan jika Nabinya adalah ANDA, golongan yang punya kebiasaan unik tapi sangat tidak menarik, yaitu membid'ah-bid'ahkan, menyesat-nyesatkan bahkan mengkafir-kafirkan saudaranya sendiri. Coba lihatlah bagaimana Rosululloh SAW memberikan contoh dalam menyikapi hal-hal baru yang tidak beliau ajarkan secara khusus.
Ya .... semua ini, hal-hal baru ini terjadi di zaman Rasululloh SAW. Antara lain:
Pertama;
Bilal bin Robah setiap kali hadats beliau langsung bersuci. Bilal juga selalu sholat dua roka'at setiap selesai wudlu dan sehabis adzan. Hal ini beliau lakukan berdasarkan pemikiran beliau sendiri, inisiatifnya sendiri. Tidak ada petunjuk khusus dari Rosululloh SAW.
Lalu bagaimanakah respon Rosululloh SAW ? apakah Rosululloh berkata : "Hai Bilal engkau telah membuat kreasi sendiri dalam ibadah. Engkau telah berbuat bid'ah! Engkau telah sesat! Nerakalah tempatmu!". Apakah Rosululloh SAW berkata seperti itu?.
Sama sekali TIDAK, sekali lagi .... TIDAK!!. Bahkan Rosululloh SAW memuji Bilal, "Engkau mendahuluiku ke surga wahai Bilal !!!" ..... (diriwayatkan oleh Atturmudzi di dalam sunan, al-Hakim dalam al-Mustadrok, al-Bayhaqi dalam Syu'abul iman).
Beruntung sekali Bilal, karena ...... Nabinya bukan ANDA!!!!! .....
Kedua;
Dalam sebuah kisah yang penuh dengan patriotisme, Khubaib bin Adi al-Anshori melakukan sholat dua rokaat sebelum dibunuh oleh orang-orang qurays, hingga akhirnya kematian syahid menjemputnya ditiang salib. Sholat yang dilakukan oleh Khubaib bin Adi ini kemudian menjadi tradisi yang dilakukan oleh para sahabat yang dengan tabah menerima kematian oleh kekejaman orang-orang kafir. (silahkan lihat al-mu'jamul kabir atthabrani, juga diriwayatkan al-Bukhori dan Ahmad)
Sholat dua roka'at yang dilakukan oleh Khubaib muncul dari inisiatifnya sendiri, karena beliau beranggapan sholat adalah ibadah yang paling utama dan mulia. Beliau ingin akhir hayatnya ditutup dengan sholat. Rasululloh SAW tidak pernah memberi petunjuk khusus mengenai hal itu, misalnya Rasululloh SAW memerintahkan "Sholatlah dua roka'at sebelum engkau di bunuh oleh orang-orang kafir!". Tidak! .... Nabi SAW tidak mengajarkannya. Lalu apakah Rasululloh SAW kemudian berkata seperti perkataan ANDA! Apakah Nabi SAW menyesatkan Khubaib sebagaimana ANDA menyesatkan saudara ANDA sendiri! Apakah setelah Nabi mengetahui apa yang dilakukan oleh Khubaib kemudian beliau berkata "Khubaib telah sesat, ia telah berbuat bid'ah!" ..... tidak! Sekali lagi Tidak! ....
Beruntung sekali Khubaib Bin Adi, karena ..... Nabinya bukan ANDA!!!
Ketiga;
Salah seorang sahabat anshor yang menjadi imam di masjid Quba', setiap kali selesai membaca surat al-fatihah beliau pasti membaca surat al-ikhlas, baru kemudian beliau membaca surat yang lain. Jadi surat apapun yang ia baca dalam sholat pasti didahului dengan membaca surat al-ikhlas. Hingga berita ini sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat yang menjadi imam itu, "Apa yang mencegahmu memenuhi permintaan teman-temanmu?, apa yang mendorongmu membaca surat al-ikhlas itu setiap raka'at?". Sahabat itu menjawab, "Sungguh aku mencintai surat itu". Lalu Nabi SAW berkata, "Apa yang kau cintai akan membawamu ke surga". (lihat fathul Bari al-Hafidh ibnu Hajar dalam bab al-jam'u baina suratain fir rok'ati)
Maa Syaa Allah .... inilah Nabiku, inilah Nabi anda ... inilah Nabi kita.
Lihatlah!!! ..... Apakah Nabi langsung melotot seperti ANDA sambil teriak, "SESAT KAU!!", "BID'AH KAU!", "Engkau telah membuat hal-hal baru dalam agama, engkau melakukan sesautu yang tidak aku contohkan, yang tidak aku ajarkan!!!" . "NERAKA TEMPATMU!!".
TIDAK! Sekali lagi TIDAKK! ... Maknyesss Rasulullah SAW berkata "APA YANG ENGKAU CINTAI MEMBAWAMU KE SURGA". Clepp ... ademm
AH .... beruntung sekali sahabat itu, karena .... NABINYA BUKAN ANDA !!!
Keempat;
Qotadah bin Nu'man, sebagaimana diceritakan al-Hafidh ibn Hajar, setiap malam beliau menghabiskan malamnya dengan mengulang-ulang surat al-ikhlas di dalam sholat hingga masuk waktu subuh. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Nabi. Dan bagaimanakah tangapan Nabi? Apakah Nabi akan merespon seperti ANDA? . Apakah Nabi mengatakan "jika itu baik pasti aku lebih dulu mengerjakannya". Apakah Nabi berkata, "Engkau melakukan ibadah tanpa contoh dariku! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau! .... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!!. Malah sebaliknya Rasulullah SAW dengan lembut dan motifasi yang tinggi beliau berkata " Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, surat al-Ikhlash itu sebanding dengan sepertiga al-Qur'an".
Ah .... beruntung sekali sahabat Qotadah bin Nu'man itu, karena .... NABINYA BUKAN ANDA!
Kelima;
Yang ini bahkan hingga sekarang kita lakukan dan dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali ANDA yang hobi membid'ahkan.
Sebelum peristiwa ini terjadi, ketika para sahabat ketinggalan jama'ah, mereka akan bertanya sudah raka'at keberapakah Nabi ?, kemudian mereka akan takbir dan melakukan gerakan-gerakan yang tertinggal hingga ketika sudah sama gerakan dan raka'atnya baru mereka mengikuti gerakan imam. Sehingga jama'ah terlihat kurang teratur. Ada yang masih berdiri, ada yang masih ruku', ada yang sujud, dan lain sebagainya. Hingga suatu hari datanglah Mu'adz bin Jabal yang terlambat jama'ah. (diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud)
Mu'adz bin jabal langsung mengikuti gerakan Nabi, dan setelah salam beliau menambah raka'at yang tertinggal. Hal ini ia lakukan semata-mata karena kecintaannya pada Rasulullah SAW. Beliau tidak mau ketinggalan lebih banyak lagi, beliau ingin gerakannya sama dengan gerakan imam dalam hal ini Rasulullah SAW.
Lalu bagaimanakah Rasulullah SAW menyikapi tindakan Mu'adz bin Jabal tersebut, yang sama sekali belum pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain. Apakah Nabi SAW mengatakan seperti perkataan ANDA, " Engkau melakukan ibadah menurut kreasimu sendiri! Ibadahmu sia-sia! Bid'ah Kau! Sesat kau! .... TIDAK !!! sekali lagi TIDAK !!! bahkan Rasulullah SAW kemudian berkata, " sesungguhnya Mu'adz telah membuat satu jalan (cara) baru untuk kalian, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh Mu'adz!" . dan hingga sekarang kita melakukan apa yang dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal. ALHAMDULILLAH
Beruntung sekali Mu'adz Bin Jabal karena disetiap gerakan yang dilakukan oleh makmum masbuq mulai saat itu hingga hari qiyamat, Mu'adz bin Jabal mendapat bagian pahalanya, karena ia lah yang memulai cara yang baik itu. Dan beruntung sekali, karena ........... Nabinya bukan ANDA!!!
Sebenarnya masih ada ke enam, ke tujuh, ke delapan ... dan seterusnya. Anda bisa mencarinya sendiri, bukankah anda adalah kelompok yang paling ngerti hadits Nabi Kami
Saudaraku ... anda yang ngaku paling ngerti sunnah ! bukankah sikap Nabi SAW di atas juga sunnah? Bukankah perkataan Nabi SAW pada Bilal bin Rabah, Ucapan Nabi SAW pada sahabat Anshar, perkataan Nabi SAW pada Qotadah, perkataan Nabi SAW pada Mu'adz, bukankah ucapan-ucapan seperti itu juga sunnah. Bukankah banyak sunnah-sunnah yang membuat sejuk, membuat tentram, membuat damai, memberi motifasi? .... tapi entahlah mengapa anda hanya berkutat pada sunnah sekitar celana dan janggut saja. Anda terlalu serius pada hadits kullu bid'atin dlolalatun hingga lupa ada hadits man sanna sunnatan hasanatan . eh ... maaf saya sudah suul adab, menjelaskan sunnah pada antum. Bukankah antum yang lebih faham sunnah.
Tapi ... ya sudahlah ! teruskan saja membid'ah-bid'ahkan, menyesatkan-nyesatkan, mengkafir-kafirkan. Kami akan tetap bahagia dan terima kasih untuk anda, karena anda kami bisa lebih bersyukur .... KARENA ALHAMDULILLAH, ...... NABI KAMI BUKAN ANTUM!
SEMOGA MANFAAT...
TETAP TERSENYUMLAH...