MUTIARA ISLAMI

TITIK MATA PENA LEBIH TAJAM DARI PADA MATA PEDANG

MUTIARA ISLAMI

DAKWAH BUKAN CUMA TUGAS USTADZ,TAPI WAJIB BAGI SEMUA MUSLIM

MUTIARA ISLAMI

Kesabaran itu bermahkota keimanan

MUTIARA ISLAMI

JADIKANLAH AMAL KEBAIKAN SEBAGAI KEKASIHMU

MUTIARA ISLAMI

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Sunday, August 28, 2016

PILIHLAH JODOH DENGAN DUA CARA

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Pertama.

Jadilah orang yang baik. Insya Allah kita akan mendapat jodoh yang baik (QS An-Nur :26)

Kedua..

Ikutlah pilihan orang yang baik. Karena orang yang baik akan memilih yang baik untuk jadi
pasangan hidup kita.

Prinsip jodoh itu: Berikanlah yang terbaik untuk
Allah maka Allah akan berikan
yang terbaik untukmu.
Cintai Allah sungguh-sungguh (QS 3:31)
Maka Allah akan kirimkan orang yang
mencintaimu karena Allah.

Yakinlah !!!
Allah pasti memberikan yang terbaik untuk Hamba-hamba-Nya yang beriman.
Aamiin
----

Malam  tlah Kau hadirkan kembali utk aku melihat indah cahaya  BINTANG2_MU , lembut swara_Mu utk menyapa malam2 ku  ,

trimakasih sampai detik ini Engkau beri kami  kesempatan utk melihat & merasakan bahagia akan angin_MU & sapa lembut_MU malam ini ...

O:) Ampuni aku dan sahabat2ku dalam sejuk rangkulan  malam_MU......

” Ijinkan aku nanti sementara dalam mimpiku utk  menutup mata dan ijinkan besok aku melihat indah mentari_MU ,

Selalu Tuntunlah kami di jalan Surga_MU dan ajari kami melihat Kerjaan Langit_Mu.....
( Aamiin )

Doaku utk sahabat2 ku terkasih  ∕̴LLL∕̴LH ,

Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq, bersedekah,  Baca Al Qur'an.dan
Perbanyak istigfar+bersholawat

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah slalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin

Sunday, August 7, 2016

╰✽╮ ARTI KEIKHLASAN ╰✽╮

✽ Ikhlas itu kunci utama diterimanya ibadah ibadah kita.
✽ Ikhlas itu , ketika ada kritikan, nasehat bahkan fitnah sekalipun tidak menjadikan semangatmu punah.
✽ Ikhlas itu ketika usaha dan harapan tidak sebanding dengan hasil, tapi tidak menjadikanmu tenggelam dalam kesedihan.
✽ Ikhlas itu ketika niat baik disambut dengan berbagai prasangka, tapi kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
✽ Ikhlas itu, ketika sepi ataupun ramai, sedikit ataupun banyak, menang ataupun kalah,kau tetap berjalan lurus dan terus melangkah.
✽ Ikhlas itu ketika engkau lebih mempertanyakan apa amalanmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
✽ Ikhlas itu ketika engkau berada diatas tidak menjadikan keangkuhan dan ketika kamu dibawah tidak menjadikan kemalasan dalam bekerja.
✽ Ikhlas itu ketika kebodohan orang lain tidak engkau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, dan ketika kedzoliman orang lain tidak engkau balas dengan kedzolimanmu kepadanya.
✽ Ikhlas itu ketika engkau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah dan menghadapi kata kata kasar dengan jiwa besar.
✽ Ikhlas itu mudah diucapkan, tapi sulit diterapkan namun tidak mustahil untuk diusahakan..
Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah.

Wednesday, July 27, 2016

Ketaatan berbuah bahagia kemaksiatan berujung sengsara

YukNgaji Official:
Allah SWT telah menjamin bahwa ketika manusia menaati Allah dengan beramal shalih akan memperoleh kebahagiaan (kehidupan yang baik). “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97).

Sebaliknya, ketika manusia bergumul dengan kemaksiyatan maka kesengsaraan yang didapatkan,
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Thaahaa:124-126).

#YukNgaji join di channel Telegram.me/yukngajiid

Sunday, May 15, 2016

"RAHASIA DI BALIK KEBALNYA ORANG GILA"

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Pernahkah Anda berpikir, mengapa orang gila selalu sehat?

Apa rahasianya? Beberapa kali kita berusaha memikirkan mengapa orang gila tidak pernah sakit. Tidak pernah kita melihat sekali pun ada orang gila kerokan di pinggir jalan,

meminum obat, memakai koyo, atau bahkan sakit gigi sekalipun. Jawabannya adalah KARENA MEREKA TIDAK PERNAH STRESS !!!

Orang gila tidak pernah sakit karena mereka tidak pernah stress. Mereka tidak pernah berpikir macam-macam. Makanan apapun mereka makan. Tidak seperti kita.

Sudah ada ayam goreng, masih mencari sate kambing. Sudah ada soto kerbau, masih mencari pizza, hotdog, dan lain sebagainya.

Sedangkan orang gila tidak pernah minta makanan macam-macam. Makanan apapun asal namanya makanan tetap mereka makan. Bahkan nasi basi pun mereka makan.

Kedua, orang gila itu selalu qona'ah. Mereka itu terimaan. Menerima apapun pemberian Allah kepadanya. Tidak pernah menuntut macam-macam. Tidak seperti kita.

Sudah diberi sepeda, masih minta motor. Sudah punya motor, masih minta mobil. Sudah punya satu istri cantik masih merasa kurang. Rumah sudah bagus, masih saja selalu merasa ada yang kurang. Akhirnya beli ini beli itu, renovasi ini renovasi itu.

Ujungnya hutang sana sini atau korupsi untuk kebutuhan tersebut. Nah, ketika hutangnya sudah menggunung atau ketangkap KPK, jatuh sakitlah dia.

Orang gila itu entah punya pakaian atau pun tidak, mereka woles saja. Kalau mengantuk, ya tidur. Mereka tidak butuh tikar, apalagi kasur atau springbed. Ada lho orang yang nggak bisa tidur, padahal kasurnya empuk.

Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq, bersedekah,  Baca Al Qur'an.dan
Perbanyak istigfar+bersholawat

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah slalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin

Friday, May 13, 2016

"MATI SETIAP HARI"

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

TIDUR sesungguhnya sama dengan kematian. Kita meninggalkan dunia tempat kita tinggal. Kenikmatan yang ada di sekeliling kita, tak lagi kita rasakan saat mata telah terpejam dan ruh berada dalam genggaman Allah SWT.

orang-orang tercinta barangkali ketika itu ada di dekat kita, tak kita rasakan kehadirannya. Karena ruh kita sedang terpisah dari jasad.

Setiap kali tidur, Rasulullah Saw mengajarkan kita membaca doa yang mengingatkan kita bahwa hidup dan mati kita semata-mata ada karena nama-Nya.

Atau semestinya kita menjalani hidup ini dengan, untuk dan atas nama Allah.

Sadar atau pun tidak sesungguhnya setiap hari kita mengalami mati. Mati untuk sementara, yaitu ketika tidur.

Karena pada saat itulah hanya Allah yang tahu ke mana ruh kita pergi. Sudah seharusnya kita merenungkan.

Bagaimana jika ternyata ketika kita tidur Allah tak mengembalikan ruh kita ke dalam jasad?

Apa yang akan terjadi?

Ya. Tentu kita akan meninggal pada saat itu juga.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, sudah siapkah kita menjawab segala apa yang Allah tanyakan jika memang kita harus meninggal detik ini juga?

Sudah berapa nikmat yang kita syukuri?

Sudah seberapa banyak pula amal yang akan kita bawa nanti?

Kita tidak pandai dalam melihat. Termasuk melihat kematian yang setiap hari kita alami.

Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq, bersedekah,  Baca Al Qur'an.dan
Perbanyak istigfar+bersholawat

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah slalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin

Wednesday, May 11, 2016

mata, hati dan telinga ini akan menjadi saksi

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Apa kabar hati?

Apakah hati ini sudah mati? Apakah hati ini sudah tidak peka lagi? Atau apakah hati ini sudah tidak memahami ayat-ayat Illahi?

Apa kabar mata?

Apakah mata ini sering melihat yang tidak pantas dilihat? Apakah mata ini jarang melihat ayat-ayat Al-Quran? Atau apakah mata ini tidak digunakan untuk melihat kekuasaan-Nya?

Apa kabar telinga?

Apakah telinga ini sering mendengarkan gosip-gosipan semata? Atau apakah telinga ini jarang mendengarkan ayat suci Al-Quran?
.
Ya Allah, sesungguhnya mata, hati dan telinga ini akan menjadi saksi ketika mulut yang sering berdusta ini akan ditutup rapat-rapat di hari nanti.
.
Ketika hati sudah mati, mata sudah tak melihat kekuasaan Illahi dan telinga tidak pernah mendengarkan ayat-ayat kitab suci. Maka kita termasuk orang-orang yang lalai.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al-A`raf:179)
.
Sahabat, mumpung masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertaubat, untuk berhijrah menjadi lebih baik. Maka kerjakanlah, sebelum semuanya terlambat.

Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq, bersedekah,  Baca Al Qur'an.dan
Perbanyak istigfar+bersholawat

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah slalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin

Wednesday, April 20, 2016

Istifar kunci rezeki

Imam Hasan Al Bashri Dan Buah Dari Istighfar

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata :"Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain lagi berkata kepadanya, 'Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!, maka beliau mengatakan kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!".

Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. Dalam riwayat lain disebutkan :"Maka Ar-Rabi' bin Shabih berkata kepadanya, 'Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar. {Tafsir Al-Khazin, 7/154. Lihat pula, Ruhul Ma'ani, 29/73}. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, 'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا﴿١١﴾وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai". (Nuh /71: 10-12) {lihat Tafsir Al-Qurthubi, 18/302-303. Lihat pula Al-Muharrar Al-Wajiz, 16/123}

Adapun dalil dari Sunnah Rasul shallallahu’alaihiwasallam yang menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan salah satu kunci rizki, suatu hadits yang berbunyi:

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” {HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665}