MUTIARA ISLAMI

TITIK MATA PENA LEBIH TAJAM DARI PADA MATA PEDANG

MUTIARA ISLAMI

DAKWAH BUKAN CUMA TUGAS USTADZ,TAPI WAJIB BAGI SEMUA MUSLIM

MUTIARA ISLAMI

Kesabaran itu bermahkota keimanan

MUTIARA ISLAMI

JADIKANLAH AMAL KEBAIKAN SEBAGAI KEKASIHMU

MUTIARA ISLAMI

Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Thursday, October 29, 2015

Jadikan amal baik sebagai kekasihmu

Penyejuk Jiwa
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar..
sekedar berbagi dan menyapa
Met malam :)  semua semoga rahmat Allah selalu menyertai...
Setiap orang tentu ingin memiliki kekasih dan selalu ingin bersamanya sampai mati. Maka jadikanlah perbuatan baikmu sebagai kekasihmu,
hingga bila kelak engkau mati, ia akan mengiringimu, menjagamu, dan melindungimu dari gelapnya dialam kubur, dan menjauhkanmu dari siksa api neraka yang sangat pedih.
Karena orang tuamu dititipkan dirimu, untuk mendidikmu menjadi baik, sebaik yang di impikannya. Menjadi anak yang sholeh/sholeha, dan mampu menjadi penerang di alam kuburnya, dan menjadi penolong dari siksa api neraka.
Dan anak istrimu adalah perhiasan terindah di dunia ini, maka carilah wanita yang baik agamanya, bukan mencari yang cantik rupanya namun akhlak bagaikan sembilu menyayat hati.
Semoga kita semua dapat terus berusaha menjadikan kekasih dan pujaan hati hanyalah perbuatan baik, yang tak mengenal lelah, bosan, jenuh, dan jauh dari rahmat-Nya.
Insyaa Allah kita semua bagian dari ummat Rasulullah yang di cintai-Nya... Aamiin Ya Kariim.
Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq dan bersedekah.
Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah selalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin,,

Saturday, October 24, 2015

"JANGAN SALING MENCINTAI"

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Pernah datang seseorang dengan pasangannya, sepasang kekasih. Sebut saja suami dan isteri.
Dan bertanya kepada seorang ustdz,
"Kenapa dalam hubungan cinta/rumah tangga terus-menerus terjadi masalah, pertengkaran, bahkan perselisihan?".
Bahkan diantara mereka ada yang berani bertanya,
"Apa jangan-jangan saya menikah dengan seseorang yang bukan jodoh saya?".
Lalu, sesungguhnya apa yang didefinisikan dari jodoh itu?
Kepada mereka ustdz mengatakan,
"Perselisihan sepasang kekasih, atau dalam hal ini suami isteri, ternyata itu terjadi karena mereka SALING MENCINTAI".
"Kok bisa?"
Aneh bukan? Saling mencintai justru memancing pertengkaran, bahkan perselisihan.
"Mengapa?"
Karena "saling mencintai" berarti "mencintai" bertemu dengan "mencintai".
Dua kutub yang sama ketika bertemu akan saling menolak, tidak akan pernah menyatu/lengket.
Maka...kepada mereka saya berpesan,
"Pulang dari sini, mulai diskusikan/musyawarahkan, siapa yang mengambil peran mencintai, dan siapa yang mengambil peran dicintai.
Bukan lagi saling mencintai, tetapi mencintai dan dicintai."
Kutub yang berbeda itulah yang kemudian akan secara magnetis menyatukan keduanya.
Yang mencintai, dia akan mengabdi, akan mengurus. Dan yang dicintai akan mengampuni, akan menjaga/merawat sebaik-baiknya.
Peristiwa ini sama dengan melamar dan dilamar. Yang melamar laki-laki, dan yang dilamar perempuan.
Sama pula dengan menikahi dan dinikahi, juga menafkahi dan dinafkahi.
Jadi ini tentang rumus saja, yakni rumus dalam berpasangan.
Semoga bermanfaat. :)
Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq dan bersedekah.
Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah selalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin,,

Wednesday, October 21, 2015

PUASA DI BULAN MUHARRAM

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar
"bagi yang mau puasa tasu'a (9 muharram) dan 'asyuro (10 muharram) maka besok pelaksanaannya, dan bila besok tidak puasa, maunya tanggal 10 muharram saja ('asyuro) maka tambahkan dengan puasa sehari lagi sesudah 'asyuro yaitu 11 muharram "
~ supaya tidak menyamakan yahudi yang hanya puasa di 10 muharram saja..
~ pahala puasa 'asyuro itu apa ? ia bisa menutup atau melebur dosa 1 tahun
~~~~~~
1. kamis 9 muharram (22 okt)
;; puasa tasua'
🌱2. jumat, 10 muharram (23 okt)
;; puasa 'asyura
🌱3.sabtu, 11 muharram (24 okt)
;; puasa sehari setelah 'asyura
🌱 4. senin 13 muharram (26 okt)
;; puasa sunnah hari senin dan puasa ayyam al-bidh (3 hari tengah bulan)
🌱5.selasa, 14 muharram (27 okt)
;; puasa ayyam al-bidh (3 hari tengah bulan)
🌱6.rabu, 15 muharram (28 okt)
;; puasa ayyam al-bidh (3 hari tengah bulan)
🌱7.kamis, 16 muharram (29 okt)
;;  puasa sunnah hari kamis
{hari diangkatnya amalan}
Barakallah
Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq dan bersedekah.
Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah selalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin,,
Smoga bermanfaat

SETELAH NAFAS TERAKHIR

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Setelah nafas terakhir putus, mau dikemanakan jasad kita ini?
Mau diberikan kepada siapa?
Adakah yg mau terima, mau beli atau memperebutkannya?
Padahal...
Semasa hidup,
Kitalah tuan dan orang yg paling berkuasa di rumah mewah kita.
Saat meninggal,
Tak ada yg setuju kita disimpan, walaupun hanya di garasi di belakang rumah kita.
Semasa hidup,
Tiap malam kita duduk bersantai di ruang tamu, sambil minum kopi, baca koran atau menyaksikan TV.
Saat meninggal,
Tak ada yang bisa terima, walaupun hanya ditaruh diam di pojok paling ujung, tanpa kopi, koran atau acara TV di ruang keluarga.
Semasa hidup,
Kita duduk gagah di kursi direktur utama di kantor kita.
Saat meninggal,
Tak ada yg setuju kita didudukkan di kursi manapun di kantor kita.
Semasa hidup,
Kita bisa istirahat nyenyak sesuka kita di atas ranjang kamar pribadi bersama anak dan istri.
Saat meninggal,
Seisi rumah keberatan jika kita dibaringkan, walaupun hanya di atas lantai kamar ini, sekalipun semua yg ada di kamar kita semua yg membelinya.
Semasa hidup,
Setiap bepergian kita duduk dengan bangga di kursi belakang mobil mewah.
Saat meninggal,
Tak ada yang mengijinkan kita duduk, sekalipun hanya ditaruh di bagasi di belakang mobil.
Walaupun kita punya banyak rumah, villa, condominium, apartemen, namun kini tak ada satupun tempat yang dapat menerima kita.
Seminggu kemudian, badan ini akan membusuk
Satu - satunya tempat yg mau menerima kita adalah tanah di bumi ini.
Masih beranikah kita berkata dengan sombong, "ini milikku, ini wewenangku, ini kekuasaanku, ini punyaku" dll?..."
Renungkanlah...!!
Orang kaya, orang miskin mengakhiri hidupnya sama...
Tapi yg berbeda adalah, apakah mereka mendapatkan tempat di surga...?
Jangan memuji diri, karena engkau tidak tahu apa yg akan terjadi esok hari..
Sangat baik untuk direnungkan, agar kita menghapuskan kesombongan diri..

Tuesday, October 13, 2015

RENUNGAN JELANG AKHIR TAHUN 1436-H [4].

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar..
Kehidupan dunia saat ini memang terasa aneh, disekeliling kita semakin banyak orang yang berperilaku mengerikan,
seakan mereka hidup di-dunia ini untuk selama-lamanya hingga melupakan kehidupan selanjutnya, padahal kehidupan ini bersifat fana dan masing-masing kita mempunyai batas waktu di-dunia.

"Kamu tidak tinggal di-bumi melainkan sebentar saja". [Al-Mu'minuun 114].

"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka bila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya". [Al-A'raaf 34].

Al-Quran menegaskan bahwa orang-orang yang sibuk dengan kehidupan dunia serta tidak meyakini akan adanya kehidupan akhirat pastilah kelak akan termasuk golongan yang merugi.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak ber-iman kepada kehidupan akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan mereka, maka mereka bergelimang dalam kesesatan.
Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk di-dunia, dan mereka di-akhirat adalah orang-orang yang paling merugi”. [An-Naml 4-5].

Bila saja kita tidak sadar diri niscaya kita akan terhanyut dalam arus yang makin menjauhkan hidup ini dari subtansinya, dan akan semakin tersibukkanlah kita dengan kegemerlapan duniawi yg tidak ada putusnya bagaikan candu yg tidak dapat dihentikan.
Banyak orang yang terlalaikan bahwa tujuan hidupnya ini adalah untuk mengumpulkan bekal guna kehidupan selanjutnya.
 ‎
"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal shaleh". [As-Sajdah 12].
 ‎
"Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal shaleh untuk hidupku ini”. [Al-Fajr 24].
 ‎
‎Semoga kita termasuk insan yang selalu ingat akan kehidupan akhirat sebagai kehidupan yg sebenarnya, yg tidak terperdaya oleh fatamorgana keduniawian, Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. 
"Selamat Tahun Baru Islam 1437 H "

Monday, October 12, 2015

Bulan Muharram termasuk bulan yang istimewa.

Bulan Muharram termasuk bulan yang istimewa. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah dan rasul-Nya memuliakan bulan Muharram, di antaranya adalah:
1. Termasuk Empat Bulan Haram (suci)
Allah berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)
Keterangan:
a. Yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab.
b. Disebut bulan haram, karena bulan ini dimuliakan masyarakat Arab, sejak zaman jahiliyah sampai zaman Islam. Pada bulan-bulan haram tidak boleh ada peperangan.
c. Az-Zuhri mengatakan,
كان المسلمون يعظمون الأشهر الحرم
“Dulu para sahabat menghormati syahrul hurum” (HR. Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf, no.17301).
2.  Dari Abu Bakrah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3.  Dinamakan Syahrullah (Bulan Allah)
Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Keterangan:
a. Imam An Nawawi mengatakan, “Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah.” (Syarah Shahih Muslim, 8:55)
b. As-Suyuthi mengatakan, Dinamakan syahrullah –sementara bulan yang lain tidak mendapat gelar ini– karena nama bulan ini “Al-Muharram” nama nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama Shafar Awwal. Kemudian ketika Islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dengan Al-Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah). (Syarh Suyuthi ‘Ala shahih Muslim, 3:252)
c. Bulan ini juga sering dinamakan: Syahrullah Al Asham [arab: شهر الله الأصم ] (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian, karena sangat terhormatnya bulan ini (Lathaif al-Ma’arif, Hal. 34). karena itu, tidak boleh ada sedikitpun friksi dan konflik di bulan ini.
4.  Ada satu hari yang sangat dimuliakan oleh para umat beragama. Hari itu adalah hari Asyura’. Orang Yahudi memuliakan hari ini, karena hari Asyura’ adalah hari kemenangan Musa bersama Bani Israil dari penjajahan Fir’aun dan bala tentaranya. Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma, beliau menceritakan,
لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)
5.  Para ulama menyatakan bahwa bulan Muharram adalah adalah bulan yang paling mulia setelah Ramadhan
Hasan Al-Bashri mengatakan,
إن الله افتتح السنة بشهر حرام وختمها بشهر حرام فليس شهر في السنة بعد شهر رمضان أعظم عند الله من المحرم وكان يسمى شهر الله الأصم من شدة تحريمه
Allah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharram) dan menjadikan akhir tahun dengan bulan haram (Dzulhijjah). Tidak ada bulan dalam setahun, setelah bulan Ramadhan, yang lebih mulia di sisi Allah dari pada bulan Muharram. Dulu bulan ini dinamakan Syahrullah Al-Asham (bulan Allah yang sunyi), karena sangat mulianya bulan ini. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 34)
Allahu a’lam



Monday, October 5, 2015

Kalau kita mau, kita bisa. Tapi buat apa?

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Kalau Rasulullah mau, dengan gelar Al-Amin Rasulullah bisa saja bangga diri. Tapi buat apa?
Kita baru di kasih sedikit rezeki dari Allah, lalu dengan gampangnya menyombongkan diri kpd orang lain.
Apa yang ingin kita sombongkan? Apakah kita ingin berada di atas segala-galanya?
Terlihat mewah, padahal kemewahannya itu kita mati-matian mencarinya, sampai-sampai kita berhutang karena ingin dilihat orang.
Padahal dalam diri kita merasa kesusahan, tapi kita tetap ingin merasa punya segalanya.
Nabi kita Muhammad SAW saja sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi sangat sukses dengan dagangannya. Tapi Rasulullah memilih hidup sederhana.
Maka dari itu janganlah kita menyombongkan diri. Kalaupun kita mau menyombongkan diri, kita pasti bisa. Tapi buat apa?
Semoga bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kata yang menyakitkan. Sesungguhnya ini adalah catatan buat diri sendiri.

   Jabat erat shilaturrokhim,
Tetap tersenyum, Rajin ber-Infaq dan bersedekah.
Raih cintanya اللّهُ dengan sikap sabar akan ujianNYA, dan sikap ikhlas akan ketetapanNYA.

Dan Smoga hidayah Allah selalu menaungi perjalanan hidup kita
Aamiin,,
Selamat menikmati hari libur penuh berkah.
Semoga bermanfaat